Pada
kesempatan kali ini, Admin Kajian Aswaja Tulen akan memberikan kabar gembira
kepada pengikut faham wahabi (Muhammad Bin Abdul Wahab) sekalipun hal itu
terasa berat di hati mereka, tentang permasalahan furu’iyyah, terutama dalam
permasalahan pembagian bid’ah yang oleh para ulama’ salaf, bahwa bid’ah secara
garis besar dibagi menjadi 2 (dua), yaitu: Bid’ah Hasanah dan Bid’ah
Dholalah. Kemudian pembagian bid’ah tersebut jika dibagi secara terperinci
sebagaimana pendapat Syaikh Izzuddin Abdis Salam dan mayoritas ulama,
bahwa bid’ah terbagi menjadi lima bagian.
1.
Bid’ah Wajibah
2.
Bid’ah Mandubah
3.
Bid’ah Mubahah
4.
Bid’ah Munkaroh
5.
Bid’ah Muharromah
Namun
sangat disayangkan pengikut salafi wahabi modern ini bergaya dan berlagak
bahkan merasa alergi dengan andanya pembagian bid’ah sebagian diatas, terlebih
lagi mereka juga berani mengkafir-kafirkannya. padahal jika mereka konsisten
dengan mengikuti paham pendirinya (wahabi), tentu sikap dan pendapatnya pun
bertolak belakang dengan pendiri paham wahabi yang juga mengakui dengan adanya
bid’ah hasanah. Hal ini bisa dilihat pada keterangan di bawah ini:
الدرر
السنية في الكتب النجدية الجزء 1 صحيفة: 232 مكتبة الشاملة
نخلع
جميع البدع إلا بدعة لها أصل في الشرع، كجمع المصحف في كتاب واحد، وجمع عمر رضي الله
عنه الصحابة على التراويح جماعة، وجمع ابن مسعود أصحابه على القصص كل خميس، ونحو ذلك،
فهذا حسن، والله أعلم
kami
meninggalkan seluruh bid'ah, kecuali bid'ah yang ada dasar hukum syar'iat
didalamnya, seperi mengumpulkan al-Qur’an menjadi satu kitab, mengumpulkannya
shahabat Umar bin KHottob shalat tarawih dengan berjamaah, dan mengumpulkannya
Ibnu Mas'ud pada sahabat-sahabatnya atas ta'lim setiap hari kamis, dan semacamnya
, maka yang demikian adalah bid'ah hasanah.
0 Response to "Pendiri Wahabi Mengakui Adanya Bid'ah Hasanah"
Posting Komentar