Air
hasil saringan dari tempat comberan
Pada
era sekarang, banyak masyarakat perkotaan ketika membuat tempat pembuangan air mandi atau air WC dibuatkan
beberapa kotak. Dengan gambaran kotak pertama untuk kotak pembuangan
air. kotak ke-dua, untuk penyaringan air dari kotak pertama dan
seterusnya. Setelah air tersebut berada pada kotak penyaringan yang terakhir,
air diolah kembali dengan menggunakan suatu alat, kemudian air dicampur dengan
obat-obatan sehingga air kembali normal. Inisiatif ini dilakukan dengan tujuan
memenuhi kebutuhan ketika musim kemarau
berkepanjangan. Sucikah air yang dihasilkan dari pengolahan diatas ?.
Jawab:
Ya, tetap suci mensucikan, apabila air tersebut kembali normal
seperti sedia kala.
Al-ma'khod
:
¨فقه الطهارة الجزء 5 صحيفة : 79 -80
مَاذَا يَقُوْلُ الْعُلَمَاءُ الْكِرَامُ فِي الْمَاءِ الْمُسْتَعْمَلِ
فِي الْمَرَاحِضِ وَالْحَمَامَاتِ وَمَعَ هَذَا الْمَاءِ الْعَذِرَةُ وَالْبَوْلُ
وَيَرُوْحُ هَذَا الْمَاءُ إِلَى مَكِيْنَةٍ وَيَتَغَيَّرُ الرَّائِحَةُ مِنْ
هَذِهِ الْمَاءِ الطَّاهِرُ وَيَخْتَلِطُ مَعَ هَذَا الْمَاءِ بِاْلأَدْوِيَّةِ
وَيَخْتَلِطُ مَعَ هَذَا الْمَاءِ الطَّاهِرُ وَيَرْجِعُ هَذَا الْمَاءُ إِلَى
الْمَرَاحِضِ وَالْحَمَامَاتِ ثَانِيًا وَإِلَى الْمَطْعَمِ هَلْ يَجُوْزُ
اسْتِعْمَالُ هَذَا الْمَاءِ فِي الْوُضُوْءِ وَاْلإِغْتِسَالِ مِنْ جِهَةِ
الشَّرْعِ أَوْ لاَ ؟ وَبَعْدَ الْبَحْثِ وَالْمُدَاوَلَةِ وَالْمُنَاقَشَةِ
قَرَّرَ الْمَجْلِسُ مَا يَلِيْ بِنَاءً عَلَى مَا ذَكَرَهُ أَهْلُ الْعِلْمِ مِنْ
أَنَّ الْمَاءَ الْكَثِيْرَ الْمُتَغَيِّرَ بِنَجَاسَةٍ يَطْهُرُ إِذَا زَالَ
تَغَيُّرُهُ بِنَفْسِهِ أَوْ بِإِضَافَةِ مَاءٍ طَهُوْرٍ إِلَيْهِ أَوْ زَوَالِ
تَغَيُّرِهِ بِطُوْلِ الْمُكْثِ أَوْ تَأْثِيْرِ الشَّمْسِ وَمُرُوْرِ الرِّيْحِ.
أَوْ بِنَحْوِ ذَلِكَ لِزَوَالِ حُكْمٍ بِزَوَالِ عِلَّتِهِ وَحَيْثُ أَنَّ
الْمِيَاهَ الْمُتَنَجِّسَةَ يُمْكِنُ التَّخَلُّصُ مِنْ نَجَاسَتِهَا بِعِدَّةٍ
وَوَسَائِلَ وَحَيْثُ أَنَّ تَنْقِيَتَهَا وَتَخَلُّصَهَا مِمَّا طَرَءَ عَلَيْهَا
مِنَ النَّجَاسَةِ بِوَاسِطَةِ الطَّرْفِ الْفَنِيَّةِ الْحَدِيْثَةِ لِأَعْمَالِ
التَّنْقِيَّةِ يُعْتَبَرُ مِنْ أَحْسَنِ وَسَائِلِ التَّرْشِيْخِ وَالتَّطْهِيْرِ
حَيْثُ يُبْذِلُ الْكَثِيْرُ مِنَ اْلأَسْبَابِ الْمَادِيَةِ لِتَخْلِيْصِ هَذِهِ
الْمِيَاهِ مِنَ النَّجَاسَةِ كَمَا يُشْهَدُ ذَلِكَ وَيُقَرِّرُهُ الْخُبَرَاءُ
الْمُخْتَصُّوْنَ بِذَلِكَ مِمَّنْ لاَ يَتَطَرَّقُ الشَّكُ فِيْ عِلْمِهِمْ
وَخَبَرِهِمْ وَتَجَارُبِهِمْ لِذَلِكَ فَإِنَّ الْمَجْلِسَ يَرَى طَهَارَتَهُ
تَنْقِيَّتَهَا التَّنْقِيَّةَ الْكَامِلَةَ بِحَيْثُ يَعُوْدُ إِلَى خَلْقِهَا
اْلأُوْلَى لاَ يَرَى فِيْهَا تَغَيُّرٌ بِنَجَاسَتِهَا.اهـ
Keterangan: Bagaimanakah
pendapat ulama' yang mulia tentang masalah air yang sudah digunakan (musta'mal)
yang berada di tempat sampah (comberan), di tempat jeding kamar mandi yang bercampur dengan kotoran dan air
kencing, kemudian air tersebut mengalir ke-tempat genangan (tempat sampah yang
menggenang) dan berubah baunya, kemudian air tersebut dicampuri dengan obat-obatan dan dicampur lagi dengan
air yang suci. Kemudian air tersebut
kembali (berpindah) ke tempat sampah dan tempat pemandian yang ke dua dan
bercampur dengan makanan. Apakah tetap diperbolehkan menggunakan air tersebut
untuk wudlu dan mandi menurut pandangan syara', ataukah tidak diperbolehkan?
Jawab: Setelah diadakan
penelitian dan musyawarah serta didiskusikan dalam sebuah majlis musyawarah,
menetapkan hasil rumusan hukum atas dasar berpijak terhadap keterangan yang
disebutkan oleh ahlul 'ilmi (para ahli yang mengetahui keberadaan
air), bahwa perubahan yang terjadi pada air yang berskala banyak yang disebabkan
perkara najis itu bisa kembali suci, apabila perubahan itu hilang dengan
sendirinya, atau dengan menambahkan air yang suci kedalamnya. atau perubahan
air itu hilang disebabkan diam yang lama, terpengaruhi oleh sinar matahari,
hembusan angin dan sesamanya, karena hukum kenajisan air itu akan hilang sebab
hilangnya 'ilat (penyebab) yang menajiskannya. dan sesungguhnya air yang
terkena najis jika mungkin bisa dibersihkan dari najis dengan beberapa macam
cara, dan perantara yang bisa mensucikan dan menjernihkan air dari najis yang
baru datang, dengan menggunakan alat mesin dan sesamanya, maka alat tersebut
tergolong alat yang paling bagus dipergunakan untuk menyaring dan membersihkan
air, yang pada umumnya bahan alat tersebut mampu membebaskan air dari najis. Seperti
alat alat yang diketahui sekarang ini. Para ahli yang membidangi dalam masalah
ini dari orang-orang yang sudah tidak diragukan lagi akan ke-ilmuannya,
pengetahuannya dan penelitiannya apabila telah menetapkan atas kesucian air
tersebut, tentu majlis musyawarah pun akan mengetahui kesucian air dengan
benar-benar bersih lagi sempurna, apabila air itu kembali normal seperti
kejadian asal semula, dan tidak diyakini ada perubahan yang disebabkan oleh
najis ".
۩
0 Response to "Hukum Air Hasil Saringan dari Tempat Comberan"
Posting Komentar