Dalam literature fiqh, khusunya madzhab syafi'I
telah dijelaskan, "orang yang berpuasa wajib berniat puasa pada setiap
malam harinya. Jika tidak, maka puasanya tidak sah ". Bagaimana jika
seseorang pada malam hari lupa berniat puasa, apakah ia diperbolehkan niat pada
pagi hari dengan dasar mengikuti pendapat Imam Abu Hanifah?.
Jawab:
Diperbolehkan, dengan catatan ia harus mengetahui syarat dan rukun puasa merut
madzhab Abu Hanifah.
Al-ma'khod ;
¨فتح المعين وشرحه إعانة الطالبين الجزء 2 صحيفة 249- 250 مكتبة دار الفكر
(وَفَرْضُهُ ) أَي
الصَّوْمِ ( نِيَّةٌ ) بِالْقَلْبِ وَلاَ يُشْتَرَطُ التَّلَفُّظُ بِهَا بَلْ يُنْدَبُ
– إِلَى أَنْ قَالَ - فَلَوْ نَوَى أَوَّلَ
لَيْلَةِ رَمَضَانَ صَوْمَ جَمِيْعِهِ لَمْ يَكْفِ لِغَيْرِ الْيَوْمِ اْلأَوَّلِ قَالَ
شَيْخُنَا لَكِنْ يَنْبَغِي ذَلِكَ لِيَحْصُلَ لَهُ صَوْمُ الْيَوْمِ الَّذِيْ نَسِيَ
النِّيَّةَ فِيْهِ عِنْدَ مَالِكٍ كَمَا تُسَنُّ لَهُ أَوّلَ الْيَوْمِ الَّذِيْ نَسِيَهَا
فِيْهِ لِيَحْصُلَ لَهُ صَوْمُهُ عِنْدَ أَبِيْ حَنِيْفَةَ وَوَاضِحٌ أَنَّ مَحَلَّهُ
إِنْ قَلَّدَ وَإِلاَّ كَانَ مُتَلَبِّسًا بِعِبَادَةٍ فَاسِدَةٍ فِي اعْتِقَادِهِ
. ( قَوْلُهُ : وَوَاضِحٌ أَنَّ مَحَلَّهُ) أَيْ حُصُوْلَ الصَّوْمِ لَهُ بِذَلِكَ
. (وَقَوْلُهًُ : إِنْ قَلَّدَ) أَيِ اْلاِمَامَ مَالِكًا فِي النِّيَّةِ أَوَّلَ لَيْلَةٍ
مِنْ رَمَضَانَ، أَوِ اْلاِمَامِ أَبَا حَنِيْفَةَ فِي النِّيَّةِ أَوَّلَ النَّهَارِ
إِنْ نَسِيَهَا لَيْلاً، فَمَفْعُوْلُهُ مَحْذُوْفٌ. ( قَوْلُهُ : وَإِلاَّ) أَيْ وَإِن
لَّمْ يُقَلِّدْ مَنْ ذُكِرَ، بَلَ صَامَ باِلنِّيَّةِ الْمَذْكُوْرَةِ فِي الصُّوْرَةِ
اْلاُوْلَى وَالثَّانِيَّةِ مِنْ غَيْرِ تَقْلِيْدٍ. (وَقَوْلُهُ : كَانَ مُتَلَبِّسًا
بِعِبَادَةٍ فَاسِدَةٍ) أَيْ وَهُوَ حَرَامٌ .
Keterangan:
Fardlunya puasa adalah niat didalam hati, dan tidak disyaratkan mengucapkan
niat, akan tetapi hanya disunnahkan (mengucakannya)… andaikan seseorang berniat
puasa pada malam pertama Romadlon dengan niat puasa satu bulan penuh, maka niatnya
dianggap belum bisa mencukupi untuk selainnya hari yang pertama.
Guru
kita (Ibnu Hajar) berkata, tapi hal itu sebaiknya dilakukan, agar puasa pada
hari yang lupa diniati bisa sah menurut madzhab Mâlik, sebagaimana
baginya disunnahkan berniat di pagi hari yang lupa untuk diniati, agar puasanya
bisa sah menurut madzhab Abu Hanifah.
Dan
itu sudah jelas, bahwa tercapainya puasa tersebut jika ia ber-taqlid
(mengikuti imam Mâlik dalam niat puasa pada malam pertama bulan Romadlon
dengan niat puasa satu bulan penuh, atau mengikuti pendapat Abu Hanîfah yang
memperbolehkan niat puasa pada pagi hari), Dan jika tidak ber-taqlid,
berarti ia melaksanakan ibadah yang fasid (rusak) dan haram hukumnya
".
0 Response to "Solusi Niat Puasa Bagi Orang Yang Lupa Niat Di Malam Hari"
Posting Komentar