Percakapan
ini saling membeitahukan kepada orang meninggal dan orang yang masih hidup tentang keadaan alam kubur
dan alam dunia sebagai renungan bersama agar mempersiapkan diri untuk melangkah
lebih baik, berikut percakapan Sayyidina Ali KW dengan ahli kubur yang
diriwayatkan dalam kitab Tanwirul Qulub:
دَخَلَ سَيِّدُناَ عَلِى كَرَّمَ اللهُ وَجْهَهُ
مَقَابِرَ المَدِيْنَةِ وَنَادَى يَا أَهْلَ الْقُبُورِ اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ
وَرَحْمَةُ اللهِ تُخْبَرُوْنَنَا بِأَخْبَارِكُمْ أَمْ نُخْبَرُكُمْ؟ فَسَمِعَ
صَوْتًا يَقُولُ عَلَيْكَ وَالسَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ أَخْبِرْنَا
بِمَا كَانَ بَعْدَنَا فَقَالَ عَلىِ:
أَمَّا أَزْوَاجُكُمْ فَقَدْ تَزَوَّجَتْ وَأَمَّا أَمْوَالُكُمْ فَقَدْ قُسِمَتْ
وَأَمَّا اْلأَوْلاَدُ فَقَدْ حُشِرُوْا فِى زُمْرَةِ اْليَتَامَى وَأَمَّا اْلبِنَاءُ
الَّذِيْ شَيَّدْتُمْ فَقَدْ سَكَنَهُ أَعْدَاؤُكُمْ فَهَذِهِ أَخْبَارُ مَا
عِنْدَنَا. فَمَا أَخْبِرْنَا عِنْدَكُمْ؟ فَأَجَابَهُ مَيِّتٌ: قَدْ تَخَرَّقَتْ
الأَكْفَانُ وَانْتَشَرَتْ الشُّعُوْرُ، وَتَقَطَّعَتْ الْجُلُوْدُ، وَسَالَتْ
الأَحْدَاقُ عَلَى الخُدُوْدِ، وَسَالَتْ المَناَخِرُ بِالْقَيْحِ وَالصَّدِيْدِ،
مَا قَدَمْنَاهُ وَجَدْنَاهُ، وَمَا خَلَفْنَاهُ خَسَرْنَاهُ، وَنَحْنُ
مُرْتَهِنُوْنَ بِالأَعْمَالِ. (تنوير القلوب، ص 457)
Sayyidina Ali krw. masuk di pemakaman
Madinah, beliau pun menyeru: “Wahai ahli kubur, assalamu’alaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Berikanlah
kabar kepada kami tentang kabarmu atau kami memberikan kabar tentang kamu?”.
Kemudian sayyidina Ali krw. mendengar suara: “’Alaika wassalamu warahmatullahi wabarakatuh.
Kabarilah kami tentang apa yang terjadi setelah kami (tiada)”. Sayyidina Ali
pun menjawab: “Istri-istri kalian telah menikah, harta kalian telah dibagikan,
anak-anak kalian telah berkumpul di panti asuhan, bangunan-bangunan yang kalian
kokohkan telah dihuni musuh-musuh kalian. Ini adalah kabar dari kami, berilah
kabar kepada kami tentang diri kalian?”. Kemudian mayit itu menjawab:
“Kain-kain kafan telah robek, rambut-rambut telah berserakan, kulit-kulit telah
sirna, biji mata mengalir ke pipi, kelopak mata mengalir darah bercampur nanah.
Yang kami lakukan dulu, kami jumpai sekarang, apa yang telah lalu kami
sesalkan, dan kami digadaikan dengan amal perbuatan (kami)”. (Tanwiir
al-Quluub, hlm. 457)
0 Response to "Percakapan Sayyidina Ali Dengan Ahli Qubur"
Posting Komentar